Back To Indonesia
Akhirnya tiba juga waktunya, kami harus pulang ke Indo. Fathi dan Nurul sudah menunggu-nunggu karena ummi dan abi sudah membayang2kan perjalanan ini. Dari Groningen kami diantar oleh om dan tante, banyak sekali om dan tantenya bahkan ada juga yang mengantar sampai ke Schipol. Kami berangkat dari Groningen hari jumat sore dan menginap dirumah keluarga om Gunaryadi di Denhaag. Sampi di Denhaag sudah malam sekali karena harus menyimpan tas dulu di bandara jadimya tidak bisa main dulu sama Jasmin dan Hannah.
Paginya juga kami harus segera meninggalkan Den haag menuju Schipool karena pesawat akan berangkat jam 10. Bagi Fathi naik pesawat bukanlah hal yg baru tidak bagi Nurul. Nurul duduk dekat jendela, Fathi di tengah. Awalnya Fsathi ingin juga duduk di dekat jendela karena juf disekolah berpesan seperti itu agar bisa melihat ke bawah dan awan. Tapi karena Nurul sudah disana duluan jadi tidak mau pindah. Si pesawat kami dapat kado…wah banyak sekali isinya ada boneka, tas, crayon dan buku. Tapi karena perjalanannya lama kami bosan juga apalagi harus tidur dibangku. Ahmad yang diberi box yang ditempel di dinding tidak mau tidur disana karena memang biasanya Ahmad tidur disamping umi. Sedikit rewel Ahmad saat itu maunya di gendong sambil jalan-jalan.
Kami transit dulu di Singapore selama dua jam kemudian kami terbang lagi ke Jakarta wah..kami dapat kado lagi jadi banyak deh boneka kami. Di bandara Jakarta kami di jemput andung, ungku, nenek, kakek, om pian kel. Dan hanny anaknya ibu teti. Duh..panasnya Jakarta, Ahmad langsung di bukain bajunya. Indonesia…We are coming.
Paginya juga kami harus segera meninggalkan Den haag menuju Schipool karena pesawat akan berangkat jam 10. Bagi Fathi naik pesawat bukanlah hal yg baru tidak bagi Nurul. Nurul duduk dekat jendela, Fathi di tengah. Awalnya Fsathi ingin juga duduk di dekat jendela karena juf disekolah berpesan seperti itu agar bisa melihat ke bawah dan awan. Tapi karena Nurul sudah disana duluan jadi tidak mau pindah. Si pesawat kami dapat kado…wah banyak sekali isinya ada boneka, tas, crayon dan buku. Tapi karena perjalanannya lama kami bosan juga apalagi harus tidur dibangku. Ahmad yang diberi box yang ditempel di dinding tidak mau tidur disana karena memang biasanya Ahmad tidur disamping umi. Sedikit rewel Ahmad saat itu maunya di gendong sambil jalan-jalan.
Kami transit dulu di Singapore selama dua jam kemudian kami terbang lagi ke Jakarta wah..kami dapat kado lagi jadi banyak deh boneka kami. Di bandara Jakarta kami di jemput andung, ungku, nenek, kakek, om pian kel. Dan hanny anaknya ibu teti. Duh..panasnya Jakarta, Ahmad langsung di bukain bajunya. Indonesia…We are coming.
